Perjanjian Sekolah dan Ortu Siswa Tak Perlu, Sistem Pendidikan Indonesia Mundur

239 views

PERJANJIAN SEKOLAH DAN ORTU SISWA TAK PERLU, SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA MUNDUR

Perjanjian Sekolah dan Ortu Siswa Tak Perlu, Sistem Pendidikan Indonesia Mundur

Perjanjian Sekolah dan Ortu Siswa Tak Perlu, Sistem Pendidikan Indonesia Mundur

Gurudikmen.com – Assalamu’alaikum wr.wb. salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada.

Jakarta – Perjanjian sekolah dan orangtua siswa dinilai tak perlu. Adanya tanda tangan soal tak boleh menuntut dan melapor ke polisi itu dianggap kemunduran dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Menurut dia, di zaman sekarang kalau masih ada guru yamg menerapkan sistem hukuman fisik ke siswa dan Ortu diharuskan tanda tangan sebelum anaknya bersekolah sangat disayangkan.

Dan merupakan kemunduran di sistem pendidikan Indonesia. Sangat tidak diperlukan perjanjian seperti itu dan sangat menghambat pola pikir serta kreatifitas kemandirian anak, pengetahuan anak tentang yang mana harus dan bisa dilakukan dan tidak boleh dilakukan, harus dilakukan pembimbingan oleh guru secara pisikologi pendekatan serta mengayomi seperti anak dan teman dan orang tua, jelas Dominikus.

Dominikus menilai, hukuman fisik dan jika diteruskan akan berbahaya untuk kemajuan pertumbuhan intellectual anak dan dapat menimbulkan trauma, rasa,minder serta dendam, amarah, malu dan rasa tidak percaya diri tanpa ada bimbingan intellectual apa yang harus dilakukan untuk kedepannya. Lebih baik dengan bimbingan pengarahan saran tukar pikiran serta mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada siswa lebih baik dibanding dengan hukuman yang tidak ada nilai plusnya.

Menyodorkan surat perjanjian hukuman ke siswa dan harus ditandatangani orang tua murid adalah kemunduran serta ketidak mampuan pembimbing dan perlu dipertanyakan latar belakang disiplin ilmu pendidikan serta nilai prestasi pengajar tersebut yang sangat rendah dan qualitas yang rendah, urai dia.

Pendapat tak jauh berbeda disampaikan Waliaji, pembaca detikcom lainnya. Menurut dia, surat perjanjian tersebut tidaklah diperlukan dan sangat tidaklah perlu.

Kita mengetahui bahwa pendidikan yang berkualitas, bilamana anak didik melakukan pelanggaran sampai tiga kali diberikan mentoring, bimbingan dan pemahaman tidak mau berubah dikembalikan saja ke orang tuanya, sebaliknya pendidik yang melanggar kode etik profesi ya diberikan sanksi sesuai apa dilanggarnya, sistem ini bukannya sudah ada tinggal mau dilaksanakan secara disiplin oleh semua pihak atau tidak, jelas Waliaji.
(dra/dra)

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspagenya di facebook gurudikmen.com dan tetap kunjungi situs kami di www.gurudikmen.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber  terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.

Baca Juga : PENGAMAT PENDIDIKAN SEKOLAH TN SISTEM MILITERISME YANG JALAN

 

Berita Lintas Nasional Pendidikan Perjanjian Sekolah dan Ortu Siswa Tak Perlu Sistem Pendidikan Indonesia Mundur

Penulis: 
    author

    Posting Terkait