Peduli Pendidikan, Cewek Ini Membuka Taman Bacaan Pakai Modal Sendiri

263 views

PEDULI PENDIDIKAN, CEWEK INI MEMBUKA TAMAN BACAAN PAKAI MODAL SENDIRI

Peduli Pendidikan, Cewek Ini Membuka Taman Bacaan Pakai Modal Sendiri

Peduli Pendidikan, Cewek Ini Membuka Taman Bacaan Pakai Modal Sendiri

Gurudikmen.com – Assalamu’alaikum wr.wb. salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada.

Tak banyak teman-teman seusia kita yang bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Biasanya hal tersebut terjadi karena faktor ekonomi yang tidak begitu mendukung. Hal inilah yang kemudian membuat Febri Mustika peduli terhadap isu-isu pendidikan. Dimulai dari sebuah taman bacaan, Febri berhasil nyebarin semangat buat melek pendidikan dan mencoba menurunkan angka nikah muda di Desa Grobogan, Jawa Tengah. Saking pedulinya pada pendidikan, cewek ini membuka taman bacaan pakai modal sendiri. Inspiratif banget!

Sempat Enggak Didukung Warga

Berawal dari modal pribadi dan mengumpulkan buku dari teman-teman kuliahnya, Febri Mustikawati mendirikan Taman Bacaan Golek Ilmu. Ia berusaha sendiri dan enggak mendapat bantuan tenaga dari masyarakat sekitar. Bungsu dari dua bersaudara ini memanfaatkan ruangan di rumahnya untuk menyimpan berbagai buku dan melakukan aktivitas yang berhubungan sama taman bacaannya.

Dari mengajari anak-anak membaca, aktivitas di Taman Bacaan Golek Ilmu semakin bertambah. Karena koleksi buku yang juga bertambah dan beragam, ibu-ibu muda dan remaja mulai berdatangan ke sana.

Dari situ, Febri mendapat peluang buat mengajarkan mereka hal baru. Febri bilang, “Aku ngadain pelatihan kewirausahaan, manggil wirausahawan muda dan tokoh dari lembaga yang mendukung. Aku juga nyimpen buku-buku resep buat ibu-ibu di sini.”

Sempat Diremehkan

Di samping respons baik dari sebagian masyarakat, ada juga yang enggak suka sama taman bacaan yang Febri dirikan. Mereka sempat agak meremehkan Febri karena membuat gerakan seperti itu di Desa Grobogan.

“Sempat enggak didukung juga sama warga di desa. Mereka bilang, ‘Kamu anak kecil ngapain ngadain acara kayak gini, cuma anak kemarin sore juga’,” celetuk Febri. Itu semua enggak menggoyahkan semangat Febri buat mengembangkan taman bacaan ini.

Febri juga mengusahakan agar net bisa masuk ke desanya. Ia mengajukan idea untuk program Internet Masuk Desa. “Aku coba ngajuin, akhirnya diterima juga. Sekarang ada komputer dan net di taman bacaan. Aku juga ngadain pelatihan cara mengoperasikan komputer dan belajar mengetik. Ibu-ibu di sini masih ada yang enggak tahu cara menyalakan komputer,” kata Febri sambil tertawa.

Usaha yang dilakukan Febri enggak sia-sia. Orang-orang yang tadinya meremehkan Febri, sekarang berbalik mendukung dan terkadang meminta bantuan kepadanya. Febri juga mulai melihat perubahan di desanya.

“Rata-rata kan di sini pekerjaannya petani, kalau musim panen ibu-ibunya enggak ada kerjaan. Tapi, sekarang sudah banyak yang punya usaha sendiri, termasuk usaha jualan makanan di sekolah-sekolah,” cerita Febri.

Mencoba Menurunkan Angka Nikah Muda

Di desanya, saat ini Febri adalah satu-satunya cewek yang bisa melanjutkan pendidikan sampai ke bangku kuliah. Mayoritas cewek sebayanya sudah menikah dan memiliki anak. Mereka putus sekolah di bangku SD dan SMP. Menurut Febri, masih banyak orangtua di desa yang memiliki attitude bahwa cewek enggak perlu melanjutkan pendidikan tinggi-tinggi.

Cewek yang kuliah di Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Semarang ini juga harus berjuang keras demi melanjutkan pendidikan. Faktor pertama, kedua orangtuanya memang enggak mengijinkan Febri melanjutkan sekolah. Selain itu, dari segi biaya Febri bukan dari keluarga yang cukup berada.

“Dulu waktu lulus SMP enggak boleh ngelanjutin sekolah lagi sama bapak. Katanya, ‘Ngapain, kalau perempuan nanti juga jadi ibu rumah tangga’. Tapi aku akhirnya ngasih penjelasan sampai akhirnya diibolehin lanjutin ke SMK,” kenang Febri.

Febri juga mengajukan beasiswa dan mesti mengajar privat buat mendapatkan uang. “Tadinya sama bapak enggak diijinkan buat kuliah, karena pasti biayanya mahal. Jadi, aku diam-diam daftar dengan uang tabungan dari kompetisi-kompetisi yang aku ikuti waktu di SMK. Taunya keterima di dua universitas, aku juga dapat beasiswa Bidik Misi. Sempat ada perdebatan sama orangtua, tapi aku dibolehin kuliah dengan catatan biaya harian diurus sendiri,” ujar Febri.

Menjadi satu-satunya cewek yang bisa melanjutkan pendidikan sampai ke bangku kuliah, Febri merasa miris sama kondisi di desanya. Ia kepengin cewek lain di desanya melek pendidikan dan enggak memilih buat menikah muda. Diam-diam, misi ini Febri bawa lewat taman bacaannya.

“Kadang aku ngajak ngobrol cewek-cewek di desaku waktu primary ke taman bacaan, ngajak biar mereka enggak berhenti sekolah. Toh, kalau sekolah tinggi-tinggi, ilmunya pasti terpakai sampai kapanpun, meskipun jadi ibu rumah tangga,” kata Febri.

Masih Belum Merasa Cukup

Selain membangun taman bacaan, Febri juga kepengin melakukan sesuatu yang lebih besar lagi untuk lingkungannya. “Aku ingin taman bacaan dikembangkan lagi dan masukin unsur kesenian, misalnya kayak tarian untuk anak-anak. Kalau cuma baca kan bosen. Lagipula, sekarang rasa cinta untuk kesenian daerah pada anak-anak sudah mulai luntur,” cetus Febri.

Sambil kuliah, Febri kini dibantu pemuda-pemudi di desa untuk mengurus taman bacaan. Ia merasa senang akan hal ini, karena dari awal Febri kepengin memberdayakan cewek dan cowok yang ada di desanya.

Febri juga dibantu teman-teman kuliahnya yang terkadang berkunjung ke taman bacaannya. Febri mengatakan, “Mereka juga ngasih banyak masukan buat kemajuan taman bacaan. Sampai sekarang juga masih ada yang suka ngasih sumbangan buku buat taman bacaan.”

Ke depannya, Febri kepengin bisa bekerja sambil mengurus taman bacaan. Ia mengaku masih mengalami kesulitan mencari dana dan mesti memutar otak untuk hal yang satu ini. “Setelah lulus, aku pengin bekerja sambil ngurus taman bacaan, harus realistis juga. Taman bacaan enggak akan jalan tanpa dana. Aku juga pengin berbakti sama orangtua dan kepengin cewek-cewek di desa bisa diberdayakan,” terang Febri.

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspagenya di facebook gurudikmen.com dan tetap kunjungi situs kami di www.gurudikmen.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber  terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.

Baca Juga : PAKAR PENDIDIKAN FINLANDIA BAGI PENGALAMAN DENGAN GURU BANYUWANGI

Berita Cewek Ini Membuka Taman Bacaan Pakai Modal Sendiri Lintas Nasional Peduli Pendidikan Pendidikan Taman Bacaan Pakai Modal Sendiri

Penulis: 
    author

    Posting Terkait