Sekolah Ini Mewajibkan Muridnya Menulis Skripsi, Alasannya Apa Ya

221 views

Sekolah Ini Mewajibkan Muridnya Menulis Skripsi, Alasannya Apa Ya

Sekolah Ini Mewajibkan Muridnya Menulis Skripsi, Alasannya Apa Ya

Sekolah Ini Mewajibkan Muridnya Menulis Skripsi, Alasannya Apa Ya

gurudikmen.com – Penulis
Skripsi. Mungkin kata ini terdengar sangat angker bagi temen-temen yg sedang duduk di bangku kuliah. Gimana nggak, guys. Mulai berdasarkan jam bermain, waktu tidur, hingga malam mingguan bareng si doi pun mampu terenggut karena wajib ngetik ribuan kata dalam ratusan lbr demi mendapatkan gelar sarjana.

Tapi, gimana jadinya ya jikalau skripsi udah dialami sang temen-temen yang masih mengenyam pendidikan di bangku SMA?

Nah, masih ada sebuah SMA di daerah Tangerang yg mewajibkan murid-muridnya mengerjakan skripsi sebagai kondisi buat mengikuti ujian semester lho, bro!

Yap, SMA Tarsisius Vireta! Sekolah Katolik yang selalu menyeimbangkan pendidikan akademis dan non akademisnya ini mempunyai 2 kegiatan spesial yang nantinya bakal berujung pada sebuah karya ilmiah atau skripsi, yaitu Live In & Praktek Kerja Lapangan (PKL).

�Tarsisius Vireta ini mempunyai ciri khasnya nih, ada yg namanya Live In & PKL,� ujar Bernardus Apul Tumanggor, selaku Kepala Sekolah Tarsisius Vireta yang telah menjabat selama 3 tahun.

Jadi, Live In itu adalah kegiatan dimana anak didik-siswa kelas 10 Tarsisius Vireta wajib pulang ke kota-kota pada Jawa Tengah seperti Yogyakarta & tinggal di rumah dari sebuah famili yg nir mereka kenal.

�Anak-anak kelas 10 ini bakal tinggal empat hingga 5 hari bersama sebuah famili yg nggak mereka kenal. Mereka bakal mengikuti dan membantu segala aktivitas menurut keluarga ini,� lanjutnya.

Lalu jua terdapat PKL nih, geng. Namun, dari penuturan Pak Bernard, PKL yang dimiliki Tarsisius Vireta nggak sama seperti yang terjadi pada Sekolah Menengah Kejuruan dalam umumnya.

�PKL ini untuk anak kelas 11 saja, nanti mereka akan terjun ke dalam dunia industri. Banyak sekali perusahaan yang mau menampung. Masa PKL mereka minimal 10 hari dan aporisma adalah 1 bulan, dan semua ini mereka lakukan waktu sedang liburan panjang,� katanya.

Nah, output akhir berdasarkan dua kegiatan ini merupakan laporan yang menyerupai skripsi lho. Segala aktivitas yang temen-temen Tarsisius Vireta lakukan selama Live In dan PKL di lapangan harus dilaporkan dengan baik pada bentuk goresan pena.

�Nah, apa yg mereka bisa selama pada lapangan wajib dilaporkan dalam bentuk goresan pena misalnya skripsi, nggak terlalu tebal sih, akan tetapi strukturnya wajib sama seperti skripsi: dari latar belakang penelitian sampai kesimpulan,� akunya.

Jangan takut, bro, semua pengerjaan skripsi ini tentunya ditemani sang seseorang pengajar yang bakal jadi pembimbing mereka. Ya sama aja misalnya mahasiswa yang didampingi sang seorang pembimbing.

�Nanti, kalau sudah selesai, mereka bakal diuji di depan penguji, ada bimbingannya, ini seperti sidang skripsi saja. Kalau lulus ya lulus, kalau nggak ya mereka wajib revisi,� pungkas Pak Bernard yang adalah orang asli Medan ini.

Menurutnya, seluruh ini dilakukan semata-mata supaya temen-temen dari Tarsisius Vireta nggak kaget waktu masuk ke dunia perkuliahan & menemukan pekerjaan tempat tinggal karya tulis yg seabrek-abrek banyaknya.

Patut dicontoh nih, bro, biar nanti pas kuliah nggak kaget lagi deh kalau harus berjam-jam nongkrong pada depan laptop dan nulis ribuan istilah, hehehe.

Alasannya Apa Ya Berita Pendidikan Sekolah Ini Mewajibkan Muridnya Menulis Skripsi

Author: 
author

Related Post

Leave a reply