Mendikbud ajak Pemda alokasikan anggaran 20 persen buat pendidikan

MENDIKBUD AJAK PEMDA ALOKASIKAN ANGGARAN 20 PERSEN BUAT PENDIDIKAN

MUHADJIR EFFENDY PENERAPAN LIMA HARI DI SEKOLAH, JANGAN BERPIKIR MENDIKBUD BODOH
MUHADJIR EFFENDY PENERAPAN LIMA HARI DI SEKOLAH, JANGAN BERPIKIR MENDIKBUD BODOH

Gurudikmen.com – Assalamu’alaikum wr.wb. salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan komitmen pemerintah dalam mengalokasikan 20 persen anggaran untuk fungsi pendidikan. Mendikbud mengajak pemerintah daerah untuk bersama-sama berinvestasi memajukan pendidikan.

Kemendikbud hanya mengelola sembilan persen dari general dua puluh persen anggaran fungsi pendidikan dari APBN, kata Mendikbud kepada peserta Seminar Akselerasi Mutu Pendidikan di Kawasan Indonesia Timur di Gedung Islamic Center, Kota Ambon, Provinsi Maluku

Diungkapkannya, sebanyak lebih dari 60 persen alokasi fungsi pendidikan di APBN disalurkan ke daerah dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Tidak banyak daerah yang mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen. Yang saya maksudkan di sini adalah anggaran murni tanpa dicampur dengan dana switch dari pusat, ujar Muhadjir.

Lebih lanjut, Mendikbud menyampaikan perlunya kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan. Dalam kesempatan tersebut Mendikbud menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah di Maluku yang terpantau cukup aktif membangun sumber daya manusia melalui pendidikan.

Sementara itu, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti tantangan dunia pendidikan dengan hadirnya generasi baru yang memiliki pola pikir yang berbeda. Diharapkannya, dunia pendidikan dapat merespon dan memberikan tawaran alternatif jika tidak ingin tertinggal dan ditinggalkan.

Jangan sampai generasi salah asuh, ungkap Haedar.

Mendikbud juga menyampaikan kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat penting. Saat ini pemerintah pusat tengah berupaya meningkatkan akses pada layanan pendidikan agar mengurangi kesenjangan.

Melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), pemerintah ingin menjamin anak-anak dapat terus belajar dan bersekolah. Diungkapkannya, saat ini KIP juga diberikan kepada anak-anak yatim piatu dan penghuni panti asuhan.

Selain itu, pendidikan karakter dan revitalisasi pendidikan vokasi menjadi fokus pengembangan Sumber Daya Manusia yang unggul, produktif, berkualitas dan berkarakter.

Khusus untuk Maluku, kita akan mengembangkan pendidikan kejuruan berbasis kelautan, tutur Mendikbud.

Terkait dengan rencana eksplorasi Blok Masela, Mendikbud menyampaikan rencana pemerintah untuk menyiapkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terkait erat dengan industri eksplorasi tersebut.

Kita harap nantinya SMK tersebut bisa menyediakan tenaga-tenaga produktif untuk ikut mengelola Blok Masela, ujar Muhadjir. [rnd]

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspagenya di facebook gurudikmen.com dan tetap kunjungi situs kami di www.gurudikmen.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber  terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.