Kukuhkan Komnas Pendidikan, Soekarwo Singgung Fullday School

KUKUHKAN KOMNAS PENDIDIKAN, SOEKARWO SINGGUNG FULLDAY SCHOOL

Kukuhkan Komnas Pendidikan, Soekarwo Singgung Fullday School
Kukuhkan Komnas Pendidikan, Soekarwo Singgung Fullday School

Gurudikmen.com – Assalamu’alaikum wr.wb. salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada.

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengkukuhkan anggota Komisi Nasional Pendidikan Wilayah Provinsi Jawa Timur periode 2017-2020. Dalam acara tersebut, Soekarwo sempat menyinggung rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang program fullday college.

Peta pendidikan di Jawa Timur sangatlah luas dan unik, tidak sama dengan provinsi lain di Indonesia, kata Soekarwo di sela acara pengukuhan Komnas Pendidikan Wilayah Jawa Timur di ruang Bhinaloka komplek kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya.

Ia menerangkan, Jawa Timur memiliki sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah, SMP maupun madrasah tsanawiyah (MTs), SMA/SMK maupun madrasah aliyah (MA). Serta madrasah diniyah (madin) yang jumlahnya sangat besar.

Ini perpaduan metode ilmu pengetahuan dan sentuhan agama dari para kiai yang menjadi ciri khas Jawa Timur, tuturnya.

Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo meminta Mendikbud, agar pelaksanaan software fullday school ditunda. Atau juga tidak diterapkan.

Penundaan ini atas aspirasi para ulama di Jawa Timur, katanya.

Ia menambahkan, basis terhadap non secular dan moralitas tersebut, agar tidak diganggu. Justru, kami pertahankan diniyah salafiyah. Ini khas Jawa Timur, terangnya.

Mantan Sekdaprov Jatim ini menerangkan, Pemprov Jatim fokus meningkatkan daya saing industri dengan cara menambah presentase pendidikan vokasional. Rasio SMA dengan SMK di Jatim masih 35 persen untuk SMK.

Rasio idealnya adalah 70 persen untuk SMK dan 30 persen untuk SMA, tuturnya.

Katanya, pada tahun 2015, telah melakukan moratorium pendirian SMA baru, dan memaksimalkan peran SMK. Pendidikan vokasional sangat diperlukan guna memenuhi standar tenaga kerja yang dibutuhkan di pasar industri.

Kami juga mendirikan SMK mini abau balai latihan kerja (BLK) plus, yang mendidik selama enam bulan dengan ilmu keahlian sesuai kebutuhan pasar. Serta memiliki standar internasional, ujarnya.

Pengkuhan Komnas Pendidikan Wilayah Jawa Timur juga dihadiri Ketua Komnas Pendidikan RI DR R Dedy Chasbullah.

Dedy mengatakan, Komnas Pendidikan dibentuk sebagai accomplice pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM), sekaligus mengontrol kebijakan dunia pendidikan di Indonesia.

Komnas Pendidikan berkomitmen untuk menjadi mitra yang positif bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kemendikti dan KemenPAN. Tujuannya, untuk memajukan pendidikan di Indonesia, jelasnya.
(roi/bdh)

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspagenya di facebook gurudikmen.com dan tetap kunjungi situs kami di www.gurudikmen.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber  terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.