Indeks Pendidikan Indonesia di Bawah Ethiopia dan Filipina

204 views

INDEKS PENDIDIKAN INDONESIA DI BAWAH ETHIOPIA DAN FILIPINA

Indeks Pendidikan Indonesia di Bawah Ethiopia dan Filipina

Indeks Pendidikan Indonesia di Bawah Ethiopia dan Filipina

Gurudikmen.com – Assalamu’alaikum wr.wb. salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada.

Jakarta – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melakukan penelitian Right to Education Index (RTEI) guna mengukur pemenuhan hak atas pendidikan di berbagai negara. Hasil penelitian menyatakan kualitas pendidikan di Indonesia masih di bawah Ehtiopia dan Filipina.

Penelitian ini dilakukan di 14 negara secara random, yakni Inggris, Kanada, Australia, Filipina, Ethiopia, Korea Selatan, Indonesia, Nigeria, Honduras, Palestina, Tanzania, Zimbabwe, Kongo dan Chili.

Penelitian ini dipublikasikan dalam ‘International Seminar and Report Launch’ di Hotel Santika, Jalan Pintu 1 TMII, Ceger, Cipayung, dengan mengangkat tema ‘Bridging The Gap Between Education Policy and Implementation’.

Dalam penelitian ini ada 5 indikator yang diukur oleh JPPI, di antaranya governance, availability, accessibility, acceptability, dan adaptability. Dari kelima indikator yang diukur Indonesia menempati urutan ke-7 dengan nilai skor sebanyak 77%.

Tentunya hal ini kurang membanggakan, karena menunjukkan kualitas pendidikan yang belum memadai. Skor tersebut sama dengan dua negara lainnya yaitu, Nigeria dan Honduras. Selain itu kualitas pendidikan di Indonesia, berada di bawah Filipina dan Ethiopia.

Ya jadi dari indeks ini sebenarnya berasal dari five indikator itu ya, hasilnya seventy seven%, nah dari beberapa itu ada 3 hal yang skor-nya masih rendah itu tentang kualitas guru (availability), sekolah yang belum ramah anak (acceptability), satu lagi soal pendidikan atau akses bagi kelompok-kelompok marginal (adaptability), kata Ubaid Matraji selaku Koordinator Nasional JPPI ketika ditemui.

Menurut Ubaid dari 3 hal tersebut, skor kualitas guru rendah karena tidak meratanya ketersediaan guru pada daerah terdepan, terluar, dan terpencil. Ia juga mengatakan hal ini tidak sebanding dengan anggaran yang sudah dihabiskan untuk gaji guru.

Kemudian yang kedua lingkungan sekolah belum ramah anak ya, kekerasan, kemudian seksual pelecehan itu sering terjadi di sekolah, dan masih menjadi bulan-bulanan di media lah, dan masih banyak lagi, anak yang diculik segala macem, itu juga skornya kecil, pemerintah harus memberikan pengawasan tidak harus dari sekolah, tapi komite dan yang lainnya juga harus saling berkontribusi, agar kekerasan di sekolah tidak terjadi lagi, ujarnya.

Problem lainnya adalah adaptability atau akses pendidikan bagi kelompok marginal. Ia mengaku Indonesia belum bisa memberikan hak pendidikan bagi anak-anak tersebut.

Berikut urutan peringkat kualitas pendidikan berdasarkan RTEI:

1. Inggris : 87%
2. Kanada : 85%
Three. Australia : eighty three%
Four. Filipina : 81%
5. Ethiopia : seventy nine%
6. Korea Selatan : 79%
7. Indonesia : seventy seven%
8. Nigeria : seventy seven%
9. Honduras : 77%
10. Palestina : 76%
11. Tanzania : 73%
(rvk/erd)

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspagenya di facebook gurudikmen.com dan tetap kunjungi situs kami di www.gurudikmen.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber  terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.

Berita Indeks Pendidikan Indonesia di Bawah Ethiopia dan Filipina Inspirasi Lintas Nasional Pendidikan Pendidikan Indonesia Pendidikan Indonesia di Bawah Ethiopia dan Filipina

Author: 
author

Related Post

Leave a reply