11 Sistem Pendidikan di Tiongkok yang Bikin Mereka Maju Pesat Seperti Sekarang!

244 views

11 Sistem Pendidikan di Tiongkok yang Bikin Mereka Maju Pesat Seperti Sekarang!

11 Sistem Pendidikan di Tiongkok Yang Paling Maju

11 Sistem Pendidikan di Tiongkok Yang Paling Maju

Hidup di negara dengan penduduk terbanyak sedunia tidak pernah mudah.

Dengan penduduk lebih dari 1,5 milyar jiwa, hidup di Tiongkok tak akan memberimu jaminan apapun selain mati-matian berjuang dan bersaing untuk menuju puncak. Anak-anak Tiongkok, ternyata diam-diam sudah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan karena di tahun pertama mereka sekolah, sistem pendidikan di Tiongkok sudah tak mengenal kata ‘ampun’.

Masha Pipenko, seorang pengajar bahasa Inggris asal Rusia berbagi pengalamannya selama berada di Tiongkok. Dan menurutnya, sistem pendidikan Tiongkok sangat menarik untuk dibicarakan, apalagi jika dibandingkan dengan sistem pendidikan negara lainnya.

Memang seperti apa sih sistem pendidikan Tiongkok?

1. Banyak sekolah di Tiongkok yang tak memiliki penghangat ruangan, jadi sebagian besar guru dan murid melakukan kegiatan belajar mengajar dengan mengenakan jaket tebal selama musim dingin.
eastnews.ru
Penghangat ruangan hanya tersedia di sekolah-sekolah di bagian utara Tiongkok. Gedung sekolah pada umumnya dibangun untuk temperatur hangat, yang artinya saat musim dingin temperatur bisa di bawah nol derajat celcius para guru dan murid tak punya pilihan lain kecuali mengenakan jaket tebal selama belajar mengajar.

Seragam sekolah biasanya berupa setelan seragam olahraga dan sebuah jaket. Semua sekolah dikelilingi dengan gerbang besar dan tinggi serta hanya dibuka saat jam masuk dan pulang sekolah.

2. Sekolah-sekolah di Tiongkok melakukan olahraga pemanasan setiap hari, yap, setiap hari tanpa kecuali.
eastnews.ru
Sekolah pada umumnya diawali dengan pemanasan di pagi hari dan kemudian para siswa berbaris untuk melakukan upacara bendera. Semua murid melakukan pemanasan di halaman dan atap sekolah mereka sambil mendengarkan instruksi guru olahraga.

Juga setiap jam dua siang, musik akan mulai dimainkan, dan semua murid akan dengan teratur keluar dari keals mereka dan mulai berbaris untuk melakukan pemanasan kembali.

3. Jam istirahat juga tak tanggung-tanggung, satu jam penuh para murid akan istirahat dan makan siang.
Saat jam istirahat, anak-anak biasanya makan di kantin dan bercengkerama satu sama lain. Para guru mendapatkan makan siang gratis. Biasanya makan siang mereka berupa hidangan tradisional: daging, sayuran, nasi dan semangkuk sup. Sekolah swasta yang mahal akan menyediakan yogurt dan buah-buahan.

Beberapa sekolah dasar akan melakukan sesi tidur siang beberapa menit setelah istirahat makan siang selesai.

4. Para guru juga diperlakukan dengan penuh hormat dan apresiasi.
english.cri.cn
Mereka selalu dipanggil dengan nama terakhir mereka seperti “Guru Zhan” atau “Guru Xian” atau hanya “Guru”. Para murid juga harus memberi hormat dengan membungkuk ketika bertemu dengan guru.

5. Banyak sekolah yang mengambil tindakan hukuman fisik sebagai peringatan bagi para siswa.
ibtimes.co.in
Seorang guru diperbolehkan untuk menampar muridnya dengan tangan atau penggaris jika murid terbukti melakukan kesalahan fatal. Semakin terpencil sekolah, maka akan semakin sering hukuman fisik diberikan. Beberapa murid yang terbukti tak mampu belajar bahasa Inggris dengan baik akan dipukul menggunakan tongkat kayu.

6. Ada poster akademik berisi peringkat prestasi tergantung di tiap kelas yang bertujuan untuk memotivasi murid agar belajar lebih giat.
Mulai dari peringkat A hingga F, di mana peringka A setara dengan 90-100 dan F setara dengan nilai di bawah 59. Motivasi untuk selalu berperilaku baik adalah hal penting bagi sistem pendidikan Tiongkok. Contohnya, seorang murid akan menerima satu bintang penghargaan ketika berhasil menjawab pertanyaan. Ketika ia berulah saat kegiatan belajar mengajar, maka bintang yang dimiliki akan berkurang.

Jadi pada dasarnya ini adalah kompetisi terbuka.

7. Jika dihitung secara keseluruhan, anak-anak Tiongkok belajar lebih dari 10 jam setiap harinya.
Pelajaran biasanya dimulai pukul 8 pagi dan berakhir pukul 16 sore. Kemudian anak-anak akan pulang dan mengerjakan PR hingga pukul 22 malam. Di kota besar, anak-anak akan dibekali dengan les tutor, kelas musik, seni, dan olahraga pada akhir pekan. Kompetisi di kota besar begitu tinggi sehingga banyak orangtua yang memberi banyak pelajaran tambahan untuk anak-anak mereka mulai usia yang sangat muda.

Jika anak-anak mendapat nilai yang buruk, mereka tak akan bisa masuk universitas dengan mudah.

8. Sekolah-sekolah dibagi menjadi publik dan privat.
Biaya sekolah privat mencapai 1.000 dolar AS per bulan, namun pelajaran yang diberikan juga akan semakin berat. Belajar bahasa asing adalah mata pelajaran yang paling penting. Murid akan menjalani dua hingga tiga kelas bahasa Inggris per hari, dan murid-murid dari sekolah elit sudah mulai berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan lancar sejak kelas lima.

9. Sistem pendidikan bahasa asing ala Tiongkok menerapkan metode kata per kata atau verbatim.
Anak-anak akan duduk dan belajar banyak materi pelajaran. Para guru akan berkali-kali mengulang kata tanpa peduli apakah murid mereka benar-benar mengerti apa yang dikatakan.

10. Anak-anak yang berasal dari keluarga miskin yang tak mampu membayar biaya sekolah dasar seringkali dimasukkan ke sekolah kung fu.
Mereka akan masuk ke asrama dan berlatih keras mulai dari pagi hingga malam. Jika mereka cukup beruntung, mereka akan menerima pendidikan dasar sehingga mampu untuk menulis dan membaca. Namun karena bahasa Mandarin sendiri sudah cukup sulit, tak jarang hukuman fisik diberikan di institusi kung fu.

Adalah hal yang wajar jika guru menghukum muridnya dengan menggunakan pukulan kayu atau menendang mereka. Ketika sudah lulus, para orangtua akan melihat anak-anak mereka telah mampu menggunakan kung fu dan peluang yang terbuka untuk memiliki karier.

Tiga prinsip utama yang diterapkan di sekolah kung fu ada tiga, yaitu: kemampuan untuk bekerja keras, disiplin, dan menghormati orang yang lebih tua.

11. Mereka diajari dari usia dini bahwa mereka harus melakukan yang terbaik di setiap hal yang mereka lakukan.
Mungkin itulah kenapa bangsa Tiongkok menjadi pemimpin dalam berbagai bidang. Soal kompetisi dengan berbagai orang di dunia, rasanya itu bukanlah kompetisi yang sebenarnya karena mereka sudah terbiasa berkompetisi sejak usia yang sangat dini.

Dengan berbagai pertimbangan dan melihat kekurangan sistem pendidikan kita, menurutmu apakah sistem pendidikan seperti ini bisa memperbaiki Indonesia?

Baca Juga : 10 Sekolah Swasta Paling Mahal Sedunia, Biayanya Bikin Orang Tua Gigit Jari Nih!

11 Sistem Pendidikan di Tiongkok Yang Maju 11 Sistem Pendidikan di Tiongkok Yang Paling Maju Berita Pendidikan

Author: 
author

Related Post

Leave a reply